Artis solo Lee Solomon, rilis mini album ke-3 ‘Musim yang Tersisa Saat Pergi’ pada 30 Desember - Narasi musik yang diselesaikan dengan 5 lagu penuh emosi!
Artis solo Lee Solomon secara resmi memperkenalkan dunia musiknya melalui mini album ketiga. Mini album ‘Musim yang Tersisa Saat Pergi’ yang dirilis pada 30 Desember terdiri dari lagu-lagu yang mengandung emosi halus dan jujur dari Lee Solomon, yang diprediksi akan menjadi hadiah spesial bagi para penggemar.
Album ini memuat 5 lagu baru di mana Lee Solomon berpartisipasi langsung dalam penulisan lirik dan komposisinya, dan pada setiap lagu, pendengar dapat merasakan warna suara serta emosi unik khas Lee Solomon.
Lagu utama ‘Musim Perpisahan’ adalah lagu yang mengalirkan perasaan seseorang yang menghadapi perpisahan lebih awal dari siapa pun di tengah udara yang mendingin, di atas melodi yang tenang dan suara rock yang emosional.
Lini gitar yang liris dan ketukan drum yang berat semakin memperjelas momen cinta yang ingin digenggam namun sudah menjauh. Di tengah suara band yang semakin meningkat, vokal Lee Solomon mengangkat perasaan yang tak terucapkan hingga ke titik puncak, meninggalkan dinginnya awal musim dingin dan sisa-sisa perpisahan yang menyebar panjang. Melodi yang meresap dengan tenang pada suatu saat masuk lebih dalam, menyelesaikannya menjadi lagu rock ballad emosional yang membuat pendengar merasakan sepenuhnya suhu perpisahan yang menetap di satu sisi hati.
Selain itu, lagu-lagu dengan berbagai suasana seperti ‘Saat Musim Gugur Tiba’, ‘Rak Pajangan’, dan ‘Meski Hanya Satu Hari’ juga turut dimuat, memberikan pengalaman musik yang imersif bagi pendengar dalam mengikuti musim dan emosi.
Khususnya, album ini bukan sekadar kumpulan lagu baru, melainkan sebuah karya yang meningkatkan tingkat kesempurnaan dengan menunjukkan warna musik dan narasi Lee Solomon secara jelas. Perpaduan suara gitar dengan nuansa analog, aransemen yang halus, serta ekspresi emosi khas Lee Solomon memberikan rasa imersi yang lebih dalam bagi pendengar.
Melalui mini album ketiga ‘Musim yang Tersisa Saat Pergi’, Lee Solomon akan melanjutkan aktivitasnya secara penuh sebagai artis yang merangkum emosi, cerita, dan warna musik.