Rilis Mini Album Ketiga ONEWE [Planet Nine : ISOTROPY], Seluruh Lagu Karya Sendiri
Suara band khas ONEWE yang melankolis dan menggebu-gebu, lagu utama ‘Beautiful Ashes’ dirilis
‘Band yang layak dipercaya’ ONEWE akan kembali setelah sekitar 1 tahun 3 bulan dengan mini album ketiga 'Planet Nine : ISOTROPY' pada 17 April mendatang. ONEWE adalah band berbakat yang terdiri dari Yonghoon (main vocal), Kanghyun (gitar), Harin (drum), Dongmyeong (vokal/keyboard), dan Giuk (rap/bass). Sejak debut, mereka telah memantapkan posisi sebagai band tren global dengan menunjukkan musikalitas unik yang diakui oleh semua orang serta pertumbuhan musik yang konsisten. Mini album ketiga 'Planet Nine : ISOTROPY' merupakan kelanjutan dari 'Planet Nine series' yang menunjukkan dunia musik unik khas ONEWE. 'Planet Nine : ISOTROPY' mengambil kata kunci utama ‘ISOTROPY’, yang berarti sifat yang tidak berubah meskipun kondisinya berubah, sehingga menampilkan sosok kelima anggota yang lebih berkembang sambil tetap mempertahankan identitas khas ONEWE. Dalam album ini, seluruh anggota turut berpartisipasi dalam pembuatan lagu, sehingga seluruh lagu merupakan karya sendiri yang akan menunjukkan kapabilitas musik tinggi mereka sebagai artis. Lagu utama ‘Beautiful Ashes’ adalah lagu yang melibatkan Yonghoon dan Giuk, dengan ciri khas melodi indah yang kontras dengan isi lirik yang sedih. Bersama dengan suara band khas ONEWE yang melankolis dan menggebu-gebu, aransemen yang memiliki struktur awal hingga akhir yang sempurna mengekspresikan kerinduan dan penyesalan yang meluap tanpa filter. Sambil mengingat kehangatan saat itu yang kini tidak bisa lagi dirasakan, mereka menerbangkan kenangan yang terbakar. ‘Semuanya harus dibuang, di sini, tempat pembakaran kenangan’
Mini album ketiga 'Planet Nine : ISOTROPY' ini terdiri dari total 6 lagu, termasuk lagu utama ‘Beautiful Ashes’, ‘Shoot It Out’ yang memiliki daya tarik suara gitar yang kuat, ‘Meteor Shower’ yang mengekspresikan perasaan bergejolak di malam musim panas, 'Count the stars' yang berisi ketulusan yang sederhana namun indah, ‘Kiss in the Rain’ dengan poin lirik romantis dan ritme blues yang jazzy, serta 'Pleasant' yang menggambarkan momen-momen kita dan berjanji untuk bersama selamanya. Karena memuat lagu-lagu ciptaan masing-masing anggota, album ini akan menunjukkan pesona yang beragam sekaligus membuktikan identitas musik unik milik ONEWE.
01. Beautiful Ashes
Lirik oleh Yonghoon, Giuk
Komposisi oleh Jeon Da-woon (RBW), Yonghoon, Giuk
Aransemen oleh Jeon Da-woon (RBW), Kanghyun, Harin
Kekosongan yang penuh dan keheningan yang gaduh, tempat di mana paradoks bertebaran, tempat pembakaran kenangan. Jejak kita yang hangus secara samar tampak begitu indah meski berwarna abu-abu. Dimulai dengan kata pertama yang seperti monolog, aransemen dengan struktur awal hingga akhir yang sempurna mengekspresikan kerinduan dan penyesalan yang meluap tanpa filter. Sambil mengingat kehangatan saat itu yang kini tidak bisa lagi dirasakan, mereka menerbangkan kenangan yang terbakar. ‘Semuanya harus dibuang, di sini, tempat pembakaran kenangan’
02. Shoot It Out
Lirik oleh Kanghyun, Giuk
Komposisi oleh Kanghyun, Kokodububappa (RBW)
Aransemen oleh Kokodububappa (RBW), Kanghyun
Not-not yang jaraknya dekat terkadang menciptakan ketidakharmonisan. Ketika kau dan aku yang mengeluarkan nada berbeda memiliki nama yang sama di alam semesta paralel, kita akhirnya menjadi sebuah melodi. Suara gitar yang menusuk tajam mengirimkan sinyal kuat ke arahmu, dan ketukan bass serta drum yang berat namun gesit menyebar tanpa henti untuk mencapai ujungnya. ‘Shoot It Out lebih jauh kepadamu’
03.
Hujan Meteor di Malam Musim Panas (Meteor Shower)
Lirik oleh Gi-uk
Komposisi oleh Gi-uk, Gray Dot
Aransemen oleh Gi-uk, Gray Dot
Begitu banyak anak tangga yang aku daki bersamamu, kau yang sangat menyukai langit malam. Meski kita berdiri menghadap ke arah yang sama, seluruh pandanganku hanya tertuju padamu. Hari itu, aku mengukir dalam-dalam di dalam diriku bahwa bukan hanya bintang-bintang itu yang bersinar terang di dalam kegelapan, hingga aku bisa membayangkanmu tanpa ragu meski dengan mata tertutup. Garis piano yang berulang antara naik dan turun melambangkan hati yang jatuh cinta tak terkendali, dan solo gitar yang megah di bagian akhir mengekspresikan kemilau hujan meteor yang jatuh. ‘Begitu banyak hujan meteor yang terlewatkan karena aku terus memandangmu’
04. Kau yang Menghitung Bintang (Count The Stars)
Lirik oleh Yong-hoon, Gi-uk
Komposisi oleh Yong-hoon, Jeon Da-woon (RBW)
Aransemen oleh Jeon Da-woon (RBW), Yong-hoon
Apakah kau tahu bahwa semua musim yang kita lalui bersama dan momen-momen singkat yang bertumpuk bukanlah sebuah kebetulan? Bahwa senyummu mampu memekarkan bunga bahkan di cuaca di bawah nol derajat, dan makna bunga itu adalah ‘cinta’. Malam saat aku berbisik padamu yang tertidur di bahuku. Berdasarkan suara yang memberikan kesan ruang, permainan musik yang dreamy namun tanpa celah memenuhi emosi lagu ini, dan kalimat-kalimat yang sederhana namun indah mengekspresikan ketulusan di dalamnya dengan lebih mendalam. ‘Aku ingin selalu berlari dan menggenggam erat tanganmu, hingga tak bisa kulepaskan’
05. Kiss in the Rain
Lirik oleh Dong-myeong, Gi-uk
Komposisi oleh Jeon Da-woon (RBW), Dong-myeong, Kokodububappa (RBW), Gi-uk
Aransemen oleh Jeon Da-woon (RBW), Kokodububappa (RBW)
Kita semua berdiri di bawah awan mendung masing-masing setiap harinya. Segala hal yang diimpikan telah lama bersembunyi di balik awan mendung itu. Namun, mungkin sebenarnya akulah yang bersembunyi. Arpeggio akord piano yang retro dan ritme blues yang jazzy memberikan kehangatan pada hati yang membeku, dan lirik romantis yang mengalir di atasnya menghibur diriku kemarin yang sedang menangis. ‘Apapun kemalangan yang datang, mari kita tertawa dan menari, di tengah hujan. Dengan bebas. Mari mencintai’
06. Senang Bertemu Kembali (Pleasant)
Lirik oleh Ha-rin, Yong-hoon, Gi-uk
Komposisi oleh Ha-rin, Jeon Da-woon (RBW)
Aransemen oleh Jeon Da-woon (RBW), Ha-rin, Kang-hyun
'Kenangan' yang samar namun cemerlang adalah satu-satunya hal yang membuatku mampu menahan kehampaan karena ketidakhadiran. Pada akhirnya semuanya menjadi masa lalu dan kita menjadi satu kembali. Suara synthesizer yang menandai awal lagu menjadi sinyal garis start yang baru, dan ketukan drum yang berlari tanpa henti seperti dengan pacuan kita yang akan melangkah maju. ‘Sambil membayangkan momen-momen kita, semoga kita bisa bersama hingga waktu yang paling dekat dengan keabadian’